Istiomah Itu Berat. Kamu Pasti Kuat
Sudah suatu keniscayaan bahwa keimanan dari para malaikat mampu statis dan terjaga dalam hal ketaaannya kepada Allah.
“Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak pula letih. Mereka bertasbih tidak henti-hentinya sepanjang malam dan siang.” (QS Al Anbiya’: 19-20).
Dan sudah suatu hukum mutlak pula apabila manusia lebih bersifat dinamis dalam taatnya kepada Sang Rabb layaknya tanah yang akan kering setelah sekian lama basah tersentuh hujan.
Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata “Iman itu bertambah dan berkurang.” (Diriwayatkan Abdullah bin Ahmad dalam Kitab As-Sunnah 1/314)
Tapi bukan berarti sebagai seorang manusia kita harus nyaman berlama-lama dalam kekeringan. Dalam sabda Rasulullah pada sebuah riwayat dari Abdullah bin Amr yaitu “Setiap amal itu ada masa semangat dan masa lemahnya. Barangsiapa yang pada masa lemahnya ia tetap dalam sunnah (petunjuk) ku, maka dia telah beruntung. Namun barang siapa yang beralih keadaan selain itu, berarti dia telah celaka.”
(Musnad Imam Ahmad, 2/158-188.)
Kalaulah istiqomah itu mudah, mungkin saat ini Iblis masih akan tetap menjadi Azazil sang imamnya para malaikat.
Kalaulah istiqomah itu ringan, mungkin saat ini manusia masih didalam surga sejak Nabi Adam dan Hawa diciptakan tanpa melanggar perintah Allah.
Yah mungkin kondisi "kemarau" itu telah menjadi media Allah untuk mengkode kita,
Mungkin Allah sedang rindu pada hambaNya untuk berdua saja dalam dialog kemesraan yang nyata
Rindu dengan pinta hambanya dalam air mata di 1/3 malam terakhir
Iya. Ternyata kamu itu butuh berdiri tegak, bertilawah, atau berlama lama dalam sujud syahdumu yang telah lama kamu tinggalkan. Biarkan semua keluhanmu berakhir dalam doa :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ
“Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.”
Akhir kata,
Maka tetaplah nikmati proses kemaraumu, hingga kemarau itu kering dalam penantianmu.
Karena hujan pasti akan turun, membasahi keringnya kemarau yang menyiksa hati. Wallahua'lam
Pernah di posting dalam Instastory Instagram @dianmauliksaputra tanggal 27 April 2018
Pict by : Pixabay
“Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak pula letih. Mereka bertasbih tidak henti-hentinya sepanjang malam dan siang.” (QS Al Anbiya’: 19-20).
Dan sudah suatu hukum mutlak pula apabila manusia lebih bersifat dinamis dalam taatnya kepada Sang Rabb layaknya tanah yang akan kering setelah sekian lama basah tersentuh hujan.
Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata “Iman itu bertambah dan berkurang.” (Diriwayatkan Abdullah bin Ahmad dalam Kitab As-Sunnah 1/314)
Tapi bukan berarti sebagai seorang manusia kita harus nyaman berlama-lama dalam kekeringan. Dalam sabda Rasulullah pada sebuah riwayat dari Abdullah bin Amr yaitu “Setiap amal itu ada masa semangat dan masa lemahnya. Barangsiapa yang pada masa lemahnya ia tetap dalam sunnah (petunjuk) ku, maka dia telah beruntung. Namun barang siapa yang beralih keadaan selain itu, berarti dia telah celaka.”
(Musnad Imam Ahmad, 2/158-188.)
Kalaulah istiqomah itu mudah, mungkin saat ini Iblis masih akan tetap menjadi Azazil sang imamnya para malaikat.
Kalaulah istiqomah itu ringan, mungkin saat ini manusia masih didalam surga sejak Nabi Adam dan Hawa diciptakan tanpa melanggar perintah Allah.
Yah mungkin kondisi "kemarau" itu telah menjadi media Allah untuk mengkode kita,
Mungkin Allah sedang rindu pada hambaNya untuk berdua saja dalam dialog kemesraan yang nyata
Rindu dengan pinta hambanya dalam air mata di 1/3 malam terakhir
Iya. Ternyata kamu itu butuh berdiri tegak, bertilawah, atau berlama lama dalam sujud syahdumu yang telah lama kamu tinggalkan. Biarkan semua keluhanmu berakhir dalam doa :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ
“Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.”
Akhir kata,
Maka tetaplah nikmati proses kemaraumu, hingga kemarau itu kering dalam penantianmu.
Karena hujan pasti akan turun, membasahi keringnya kemarau yang menyiksa hati. Wallahua'lam
Pernah di posting dalam Instastory Instagram @dianmauliksaputra tanggal 27 April 2018
Pict by : Pixabay



Komentar
Posting Komentar