Baper Banget Sih
Yaelah. Gitu aja baper. Kan cuman bercanda. Gak asik ah.
Iya seketika kata "maafin aku" tergantikan dengan judging "baper banget lu". Kan jadi makin susah dah orang menyadari kesalahannya. Padahal emang bercandanya udah kelewatan. Yang disalahin orang lain.
Yaelah baperan amat sih. Ituloh cuman film. Masa nonton film aja sampe nangis gitu.
Iya seketika "sensitifitas" hati dianggap hal yang berlebihan. Padahal sensitifitas hati terhadap suatu peristiwa itu penting sebagai muhasabah diri atas kesalahan dan biar hati gak mati.
Hah? Dia baper sama gue? Yaelah gua baik kan sama semua orang. Lagian dia kan sahabat gue makanya gue baik. Wajar dong.
Iya seketika kata "baper" jadi dianggap sebagai rasa "GeEr" oleh seseorang yang memperlakukan orang lain lebih dari sekedar "teman". Berlindung dikata "ah baper lu" untuk menutupi sifat PHPnya karena gak berani kasih keputusan. Payah.
Faktanya seketika baper dianggap sebagai sesuatu yang salah dan negatif.
Padahal, gak selamanya baper itu salah. Baper kadang bisa bernilai baik dan sehat. Asal baper pada sesuatu yang baik dan positif.
Dan bagi saya,
"Sebaik-baiknya baper adalah ketika kamu sedang berdialog mesra dalam sujud di sepertiga malam kamu dengan Allah. Disitulah tingkat sensitifitas terhadap Rabb kamu di pertanyakan".
Pernah di posting di Instastory Instagram @dianmauliksaputra tanggal 3 Juni 2018
Pict by : pixabay
Iya seketika kata "maafin aku" tergantikan dengan judging "baper banget lu". Kan jadi makin susah dah orang menyadari kesalahannya. Padahal emang bercandanya udah kelewatan. Yang disalahin orang lain.
Yaelah baperan amat sih. Ituloh cuman film. Masa nonton film aja sampe nangis gitu.
Iya seketika "sensitifitas" hati dianggap hal yang berlebihan. Padahal sensitifitas hati terhadap suatu peristiwa itu penting sebagai muhasabah diri atas kesalahan dan biar hati gak mati.
Hah? Dia baper sama gue? Yaelah gua baik kan sama semua orang. Lagian dia kan sahabat gue makanya gue baik. Wajar dong.
Iya seketika kata "baper" jadi dianggap sebagai rasa "GeEr" oleh seseorang yang memperlakukan orang lain lebih dari sekedar "teman". Berlindung dikata "ah baper lu" untuk menutupi sifat PHPnya karena gak berani kasih keputusan. Payah.
Faktanya seketika baper dianggap sebagai sesuatu yang salah dan negatif.
Padahal, gak selamanya baper itu salah. Baper kadang bisa bernilai baik dan sehat. Asal baper pada sesuatu yang baik dan positif.
Dan bagi saya,
"Sebaik-baiknya baper adalah ketika kamu sedang berdialog mesra dalam sujud di sepertiga malam kamu dengan Allah. Disitulah tingkat sensitifitas terhadap Rabb kamu di pertanyakan".
Pernah di posting di Instastory Instagram @dianmauliksaputra tanggal 3 Juni 2018
Pict by : pixabay



Komentar
Posting Komentar