Ini Tentang Mama dan Kamu

Sudah menghubungi Ibu-kah hari ini? Atau kapan terakhir kali kamu menghubungi Ibu dan apa yang kalian bicarakan?

-----

"kamu sudah makan?"
"kamu lagi apa?"
"kamu sakit ya? Jangan lupa istirahat dan minum obat ya"
"kamu mau makan apa? Biar nanti dibeliin pas pulang dari kampus"

Sering gak sih kita mengirimkan kalimat tersebut melalui pesan singkat atau mengucapkan via telepon kepada orang yang kita sayang. Sebagian besar kepada Pasangan (mungkin).

Sadar gak sih jika alasan dari kalimat-kalimat itu muncul karena kita ingin menunjukkan betapa besarnya rasa sayang kita ke seseorang tersebut melalui bentuk perhatian yang sederhana. Hingga tiap pagi, siang, dan malam kalimat perhatian itu hampir selalu muncul.

Kita mungkin juga tidak menyadari bahwa kalimat-kalimat itu selalu ada untuk mengisi setiap waktu orang-orang yang baru saja memiliki pasangan maupun yang sudah tahunan bersama. Mengisi waktu orang-orang yang memiliki kedekatan jarak maupun yang terpisah ratusan kilometer.

Tapi pernahkah kata "kamu" di kalimat itu berubah menjadi kata "ibu"? Kemudian kita kirim hampir disetiap pagi, siang dan malam melalui pesan singkat maupun via suara.

Nih coba deh baca sambil bayangin ibumu. Indah dan lebih romantis gak sih kalau kalimatnya jadi begini :

"Ibu sudah makan?"
"Ibu lagi apa?"
"Ibu sakit ya? Jangan lupa istirahat dan minum obat ya"
"Ibu mau makan apa? Biar nanti dibeliin pas pulang dari kampus"

Lalu kamu bakal sedih gak jika pertanyaan-pertanyaan itu baru kita tanyakan kepada Ibu ketika Ibu sudah tidak menjawab lagi? Ketika diantara kita dengan ibu sudah terpisahkan oleh jarak yang dekat namun terhalang oleh tumpukan tanah dan batu nisan.

Kita pasti selalu percaya bahwa penyesalan itu selalu datang di akhir. Maka jangan sampai terlambat. Jangan biarkan rasa gengsi mengalahkan dan menutupi hati untuk sekedar bertanya kabar kepada seseorang yang berjanji untuk tidak pernah menyakiti kita. Seseorang yang 24 jam selalu siap menjaga kita meski hanya dari seekor nyamuk. Dan seseorang yang selalu mendoakan kita di sepertiga malamnya.

Dan jika kita mau berfikir, sanggupkah pasangan kita melakukan itu hingga membuat kita lupa akan pengorbanan dan kasih sayang yang sesungguhnya? Membuat kita lebih banyak mengirimkan perhatian sederhana itu ke "kamu" ketimbang ke "ibu".

NB :
*Untuk perempuan : carilah pasangan yang menghargaimu dan memperlakukanmu layaknya ia memperlakukan dan menghargai ibunya
*Untuk laki-laki : carilah pasangan yang tidak membuatmu lupa akan ibumu

Salam,
Dian Maulik Saputra
-Edisi lagi kangen Ibu dirumah, dan terinspirasi dari video Untuk Ibu.

Diposting pada akun Line @dianmauliksaputra tanggal 16 Januari 2018

Komentar

Postingan Populer