JANGAN HANYA MENUNGGU. PERCAYALAH.
Aku bukan tipe orang yang pendiam.
Hanya saja aku belum menemukan orang tepat yang bisa mengajak aku berbicara tanpa tanpa henti dengan segala topik pembicaraan yang menarik. Hingga aku lupa bahwa aku pendiam. Iya mendadak aku menjadi pencerita ketika bersamanya.
Aku bukan tipe orang yang pemarah.
Hanya saja aku belum menemukan orang tepat yang bisa meredam amarahku dengan cara sederhananya. Hingga setiap aku ingin marah, wajah teduh dengan tatapan lembutnya membuat amarahku seakan takluk tanpa perlawanan.
Aku bukan tipe orang yang pemalu.
Hanya saja aku belum menemukan orang tepat yang mampu mendorong dan menyemangati aku untuk terus tampil percaya diri dengan segala kekuranganku. Hingga aku sadar bahwa bisa jadi kekuranganku bisa menjadi kelebihanku jauh diatas orang lain.
Aku bukan tipe orang yang keras kepala.
Hanya saja aku belum menemukan orang tepat yang mampu sabar dan mengalah dengan kelembutan yang membuat egois dalam diriku mencair seketika setelah melihat senyuman dan tawa sederahanya.
Aku bukan tipe orang yang cengeng.
Hanya saja aku belum menemukan orang yang tepat yang mampu membuat aku bahagia dengan lelucon sederhananya hingga aku tak sadar bahwa itu hanya cerita receh yang selama ini tak pernah terfikirkan olehku. Orang yang ketika ia tertawa membuatku ikut tertawa juga tanpa alasan. Seakan-akan tawanya menular ke lingkungan sekitarnya.
Iyaa. Ternyata selama ini aku terus terpaku dan menghabiskan waktu banyak hanya untuk menunggu orang yang tepat itu datang. Hingga aku abai terhadap orang lain yang membutuhkan kehadiranku. Hingga aku menyesal berapa banyak orang yang telah aku sakiti karena penolakan terhadap kehadiran mereka. Iyaa selama ini hidupku habis hanya untuk menunggu.
Selama ini aku lupa. Yang terpenting ternyata bukanlah usaha untuk menemukan dan menunggu orang yang tepat tersebut datang. Tapi jauh lebih penting adalah bagaimana aku mampu menjadi orang yang tepat itu untuk orang lain.
Hanya saja aku belum menemukan orang tepat yang bisa mengajak aku berbicara tanpa tanpa henti dengan segala topik pembicaraan yang menarik. Hingga aku lupa bahwa aku pendiam. Iya mendadak aku menjadi pencerita ketika bersamanya.
Aku bukan tipe orang yang pemarah.
Hanya saja aku belum menemukan orang tepat yang bisa meredam amarahku dengan cara sederhananya. Hingga setiap aku ingin marah, wajah teduh dengan tatapan lembutnya membuat amarahku seakan takluk tanpa perlawanan.
Aku bukan tipe orang yang pemalu.
Hanya saja aku belum menemukan orang tepat yang mampu mendorong dan menyemangati aku untuk terus tampil percaya diri dengan segala kekuranganku. Hingga aku sadar bahwa bisa jadi kekuranganku bisa menjadi kelebihanku jauh diatas orang lain.
Aku bukan tipe orang yang keras kepala.
Hanya saja aku belum menemukan orang tepat yang mampu sabar dan mengalah dengan kelembutan yang membuat egois dalam diriku mencair seketika setelah melihat senyuman dan tawa sederahanya.
Aku bukan tipe orang yang cengeng.
Hanya saja aku belum menemukan orang yang tepat yang mampu membuat aku bahagia dengan lelucon sederhananya hingga aku tak sadar bahwa itu hanya cerita receh yang selama ini tak pernah terfikirkan olehku. Orang yang ketika ia tertawa membuatku ikut tertawa juga tanpa alasan. Seakan-akan tawanya menular ke lingkungan sekitarnya.
Iyaa. Ternyata selama ini aku terus terpaku dan menghabiskan waktu banyak hanya untuk menunggu orang yang tepat itu datang. Hingga aku abai terhadap orang lain yang membutuhkan kehadiranku. Hingga aku menyesal berapa banyak orang yang telah aku sakiti karena penolakan terhadap kehadiran mereka. Iyaa selama ini hidupku habis hanya untuk menunggu.
Selama ini aku lupa. Yang terpenting ternyata bukanlah usaha untuk menemukan dan menunggu orang yang tepat tersebut datang. Tapi jauh lebih penting adalah bagaimana aku mampu menjadi orang yang tepat itu untuk orang lain.



Komentar
Posting Komentar