Aku Harus Seperti "Mereka"
Tau Ustman bin Affan?
Yang dulu punya sumur yang dibeli dari orang yahudi pelit dan kemudian punya kebun kurma yang keuntungannya di wakafkan untuk para fakir miskin dan anak yatim hingga hari ini. Berapa nilai aset dan kebermanfaatan amal jariyahnya?
Tau Abu Bakar Ash Shiddiq?
Yang telah mengislamkan banyak orang bahkan para sahabat Nabi. Hingga kiamat pahalanya akan terus ngalir seiring bertambahnya umat islam di muka bumi. Berapa total umat muslim yang beragama islam hingga saat ini?
Tau Buya Hamka?
Yang bekerjasama dengan Yayasan Al-Azhar Indonesia. Hingga sekarang berapa kebermanfaatan yang telah banyak dirasakan masyarakat indonesia melalui sekolah-sekolah dibawah naungan yayasan tersebut. Mungkin kamu atau keluargamu pernah merasakan kebermanfaatannya.
Tau KH. Ahmad Dahlan?
Mendirikan Muhammadiyah dengan segala pengorbanan materi hidupnya. Namun sekarang, lihatlah berapa banyak kebermanfaatan serta aset lainnya yang terus mengalir menjadi amal jariyah beliau selama Muhammadiyah terus berdiri di Indonesia meski beliau tidak lagi hidup di dunia.
Belum lagi pendiri pesantren Gontor, Pendiri Nahdatul Ulama, pendiri Yayasan Nurul Fikri, serta pendiri-pendiri organisasi dan yayasan lainnya yang bergerak untuk kebermanfaatan umat. Bayangkan berapa aset amal jariyahnya?
Iyaa itu hanya sedikit contoh dari orang-orang yang semasa hidupnya mencoba terus bermanfaat dan meninggalkan sesuatu yang dapat menjadi ladang pahala amal yang akan terus mengalir meski kematian telah datang.
Terus kita? Udah melakukan apa? Udah memberikan kebermanfaatan apa aja selama kita hidup?
Yaa itulah yang jadi alasan saya beserta Lingga dan Iqbal untuk mulai dan akan terus menulis dengan membentuk aksi #PagiBerbagi
Meski hanya sekedar kalimat nasehat penyemangat di pagi hari. Setidaknya kita harus mencoba untuk bermanfaat.
Yah bisa jadi dengan kalimat itu ada orang yang jadi semangat beribadah, kemudian dia mengajak orang lain juga. Maka pahala kita akan terus mengalir seiring dengan dia menjalankan ibadahnya. In shaa Allah.
Karena menulis adalah salah satu warisan yang tidak akan mati oleh waktu. Orang mungkin akan lupa, tapi tulisan tidak.
Gausah takut tulisan mu tidak dibaca, tidak disukai oleh orang lain, berantakan, dll. Takut mencoba gak akan tau hasilnya. Menulis kan butuh latihan, kalo gak dimulai dari sekarang mau kapan lagi. Suatu saat kamu juga akan menjadi penulis. Setidaknya penulis untuk "skripsi" dirimu sendiri.
NB :
Yuk ikut aksi #PagiBerbagi di Instastory instagram. Dengan menuliskan tulisan apapun sesuai yang kamu pelajari atau yang kamu sukai setiap pagi. Ntah itu review buku, kalimat nasehat, petikan novel, film, hingga ilmu kuliah yang kamu jalanin. In shaa Allah bermanfaat dan jadi amal kebaikan untuk kita.
Instagram.com/iqbalaero
Instagram.com/fadlurazaq
Instagram.com/dianmauliksaputra
#MorningCharge
#MorningShift
#PagiBerbagi
#GerakanInstastoryBermanfaat
Yang dulu punya sumur yang dibeli dari orang yahudi pelit dan kemudian punya kebun kurma yang keuntungannya di wakafkan untuk para fakir miskin dan anak yatim hingga hari ini. Berapa nilai aset dan kebermanfaatan amal jariyahnya?
Tau Abu Bakar Ash Shiddiq?
Yang telah mengislamkan banyak orang bahkan para sahabat Nabi. Hingga kiamat pahalanya akan terus ngalir seiring bertambahnya umat islam di muka bumi. Berapa total umat muslim yang beragama islam hingga saat ini?
Tau Buya Hamka?
Yang bekerjasama dengan Yayasan Al-Azhar Indonesia. Hingga sekarang berapa kebermanfaatan yang telah banyak dirasakan masyarakat indonesia melalui sekolah-sekolah dibawah naungan yayasan tersebut. Mungkin kamu atau keluargamu pernah merasakan kebermanfaatannya.
Tau KH. Ahmad Dahlan?
Mendirikan Muhammadiyah dengan segala pengorbanan materi hidupnya. Namun sekarang, lihatlah berapa banyak kebermanfaatan serta aset lainnya yang terus mengalir menjadi amal jariyah beliau selama Muhammadiyah terus berdiri di Indonesia meski beliau tidak lagi hidup di dunia.
Belum lagi pendiri pesantren Gontor, Pendiri Nahdatul Ulama, pendiri Yayasan Nurul Fikri, serta pendiri-pendiri organisasi dan yayasan lainnya yang bergerak untuk kebermanfaatan umat. Bayangkan berapa aset amal jariyahnya?
Iyaa itu hanya sedikit contoh dari orang-orang yang semasa hidupnya mencoba terus bermanfaat dan meninggalkan sesuatu yang dapat menjadi ladang pahala amal yang akan terus mengalir meski kematian telah datang.
Terus kita? Udah melakukan apa? Udah memberikan kebermanfaatan apa aja selama kita hidup?
Yaa itulah yang jadi alasan saya beserta Lingga dan Iqbal untuk mulai dan akan terus menulis dengan membentuk aksi #PagiBerbagi
Meski hanya sekedar kalimat nasehat penyemangat di pagi hari. Setidaknya kita harus mencoba untuk bermanfaat.
Yah bisa jadi dengan kalimat itu ada orang yang jadi semangat beribadah, kemudian dia mengajak orang lain juga. Maka pahala kita akan terus mengalir seiring dengan dia menjalankan ibadahnya. In shaa Allah.
Karena menulis adalah salah satu warisan yang tidak akan mati oleh waktu. Orang mungkin akan lupa, tapi tulisan tidak.
Gausah takut tulisan mu tidak dibaca, tidak disukai oleh orang lain, berantakan, dll. Takut mencoba gak akan tau hasilnya. Menulis kan butuh latihan, kalo gak dimulai dari sekarang mau kapan lagi. Suatu saat kamu juga akan menjadi penulis. Setidaknya penulis untuk "skripsi" dirimu sendiri.
NB :
Yuk ikut aksi #PagiBerbagi di Instastory instagram. Dengan menuliskan tulisan apapun sesuai yang kamu pelajari atau yang kamu sukai setiap pagi. Ntah itu review buku, kalimat nasehat, petikan novel, film, hingga ilmu kuliah yang kamu jalanin. In shaa Allah bermanfaat dan jadi amal kebaikan untuk kita.
Instagram.com/iqbalaero
Instagram.com/fadlurazaq
Instagram.com/dianmauliksaputra
#MorningCharge
#MorningShift
#PagiBerbagi
#GerakanInstastoryBermanfaat



Komentar
Posting Komentar