Kisah Ali dan Fatimah di Zaman Sekarang
Percaya atau tidak. Sebenarnya di zaman sekarang (mungkin) juga ada kisah cinta seperti kisahnya Ali bin Abi Thalib sepupu Rasulullah SAW dengan Fatimah Az Zahra putrinya Rasulullah SAW.
Kisah cinta yang unik namun diabadikan dan dikenang hingga sekarang. Kisah yang berat dan penuh tantangan. Serta menguji kesabaran hingga keikhlasan.
Dulu Ali mencintai Fatimah dalam diam hingga bertahun-tahun lamanya. Tidak pernah di ungkapkan namun terus berharap dalam doa. Dan ternyata di sisi lain, Fatimah juga memiliki perasaan yang sama seperti apa yang Ali rasakan. Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan yang halal penuh berkah meski dalam segala keterbatasan materi.
Meski masih banyak terdapat perbedaan pendapat tentang keabsahan kisahnya. Setidaknya kita dapat mengambil pelajaran beharga dari kisah tersebut.
Dan bisa jadi sekarang juga ada kisah yang seperti itu. Namun lebih modern.
Di satu sisi ada wanita yang mencintai seorang laki-laki namun ia pendam dalam hati dan hanya disebutkan melalui doa di tiap sepertiga malamnya. Hanya Allah dan para malaikatnya saja yang tau isi hatinya. Lalu ia mencoba menyalurkan perasaan melalui tulisan-tulisan yang ia buat. Kemudian dibagikan melalui media sosial yang ia miliki dengan "sedikit" harapan bahwa lelaki yang ia maksud membacanya meski hanya sekedar membaca tanpa harapan mendapat komentar atau balasan.
Di sisi yang lain, lelaki yang dimaksud itupun ternyata juga memendam perasaan yang sama. Ia juga menyebut nama wanita itu dalam sujud khusu' tiap tahajudnya. Berharap agar Allah mengabulkan doa serta harapannya. Dan Ia juga selalu senang membaca postingan dari wanita yang ia harapkan itu. Meski tidak tahu siapa yang dituju dari tulisan-tulisan itu, yang jelas ia bisa sekedar memastikan bahwa wanita itu sedang baik-baik saja. Ia tidak berani meninggalkan komentar atau tanggapan agar dapat menjaga apa yang ia rahasiakan selama ini.
Hanya melalui sujud malam dan postingan medsoslah mereka saling bertukar kabar. Namun mengalir ketulusan yang suci tanpa noda kemaksiatan karena perasaan itu mereka jaga tanpa saling mengungkapkan. Segala keputusan mereka serahkan semuanya kepada Sang Pemilik Hati.
Hingga akhirnya kisah mereka akan ditentukan, akankah berakhir seperti kisah Ali dengan Fatimah atau bahkan seperti kisah Abu Darda' dan Salman Al-Farisi. Wallahu'alam.
Yogyakarta,
Dibawah teduhnya jembatan Mraen
Pernah diposting pada akun Line @dianmauliksaputra tanggal 23 Februari 2018
Kisah cinta yang unik namun diabadikan dan dikenang hingga sekarang. Kisah yang berat dan penuh tantangan. Serta menguji kesabaran hingga keikhlasan.
Dulu Ali mencintai Fatimah dalam diam hingga bertahun-tahun lamanya. Tidak pernah di ungkapkan namun terus berharap dalam doa. Dan ternyata di sisi lain, Fatimah juga memiliki perasaan yang sama seperti apa yang Ali rasakan. Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan yang halal penuh berkah meski dalam segala keterbatasan materi.
Meski masih banyak terdapat perbedaan pendapat tentang keabsahan kisahnya. Setidaknya kita dapat mengambil pelajaran beharga dari kisah tersebut.
Dan bisa jadi sekarang juga ada kisah yang seperti itu. Namun lebih modern.
Di satu sisi ada wanita yang mencintai seorang laki-laki namun ia pendam dalam hati dan hanya disebutkan melalui doa di tiap sepertiga malamnya. Hanya Allah dan para malaikatnya saja yang tau isi hatinya. Lalu ia mencoba menyalurkan perasaan melalui tulisan-tulisan yang ia buat. Kemudian dibagikan melalui media sosial yang ia miliki dengan "sedikit" harapan bahwa lelaki yang ia maksud membacanya meski hanya sekedar membaca tanpa harapan mendapat komentar atau balasan.
Di sisi yang lain, lelaki yang dimaksud itupun ternyata juga memendam perasaan yang sama. Ia juga menyebut nama wanita itu dalam sujud khusu' tiap tahajudnya. Berharap agar Allah mengabulkan doa serta harapannya. Dan Ia juga selalu senang membaca postingan dari wanita yang ia harapkan itu. Meski tidak tahu siapa yang dituju dari tulisan-tulisan itu, yang jelas ia bisa sekedar memastikan bahwa wanita itu sedang baik-baik saja. Ia tidak berani meninggalkan komentar atau tanggapan agar dapat menjaga apa yang ia rahasiakan selama ini.
Hanya melalui sujud malam dan postingan medsoslah mereka saling bertukar kabar. Namun mengalir ketulusan yang suci tanpa noda kemaksiatan karena perasaan itu mereka jaga tanpa saling mengungkapkan. Segala keputusan mereka serahkan semuanya kepada Sang Pemilik Hati.
Hingga akhirnya kisah mereka akan ditentukan, akankah berakhir seperti kisah Ali dengan Fatimah atau bahkan seperti kisah Abu Darda' dan Salman Al-Farisi. Wallahu'alam.
Yogyakarta,
Dibawah teduhnya jembatan Mraen
Pernah diposting pada akun Line @dianmauliksaputra tanggal 23 Februari 2018



Komentar
Posting Komentar