Wanita Yang (tidak) Siap Menikah
Wanita yang hanya ingin menikahi laki-laki yang sudah mapan adalah wanita yang masuk dalam kategori belum siap menikah.
Mapan TIDAK SAMA DENGAN memiliki pekerjaan. Mapan itu relatif dan kebanyakan kudu punya banyak hal. Sandang dan papan serta kepemilikan lainnya. Tapi memiliki pekerjaan itu sesuatu yang pasti harus ada entah pekerjaan sekecil apapun.
Seorang pria memiliki fase dalam hidupnya :
Down - Mapan - Down - Mapan
Begitu seterusnya.
Jadi, ketika wanita hanya ingin menikah dengan laki-laki mapan maka dia tidak akan siap ketika beberapa saat setelah menikah harus menemani suaminya dalam keadaan down materi.
Banyak wanita terpatri demikian karena permintaan kedua orangtuanya. Khawatir akan masa depan anak boleh, tapi bukan berarti semua hal didasarkan atas kemapaman.
Point utama yang harus dimiliki laki-laki adalah keshalehan. Allah akan menjamin kehidupan yang penuh berkah pasa pasangan yang di dasarkan pada keshalehan. Seperti dalam Qur'an Surah An-Nur : 32. Disana janji Allah jelas dan gak perlu diragukan.
Banyak yang menikah karena kemapanan akhirnya rumah tangga rusak akibat tidak akur masalah keuangan dan tidak adanya landasan iman pada masing2 pasangan.
Tapi banyak juga yang bahagia dalam kesederhanaan meski hidup kecukupan tapi penuh berkah atas pemberian dan kasih sayang Allah karena rumah dipenuhi dengan iman.
Percayalah. Jika ada laki-laki shaleh melamarmu meski dalam keadaan sederhana, terima saja. Allah akan menjamin kehidupan kalian. Yang penting laki-laki tersebut punya semangat dan rasa bertanggungjawab yang tinggi Lillahita'ala untuk menghidupimu.
Wallahua'lam bisshawab.
Refleksi dari kajian Ust. Awan Abdullah
Tanggal 24 Mei 2018
Pict by : pixabay
Mapan TIDAK SAMA DENGAN memiliki pekerjaan. Mapan itu relatif dan kebanyakan kudu punya banyak hal. Sandang dan papan serta kepemilikan lainnya. Tapi memiliki pekerjaan itu sesuatu yang pasti harus ada entah pekerjaan sekecil apapun.
Seorang pria memiliki fase dalam hidupnya :
Down - Mapan - Down - Mapan
Begitu seterusnya.
Jadi, ketika wanita hanya ingin menikah dengan laki-laki mapan maka dia tidak akan siap ketika beberapa saat setelah menikah harus menemani suaminya dalam keadaan down materi.
Banyak wanita terpatri demikian karena permintaan kedua orangtuanya. Khawatir akan masa depan anak boleh, tapi bukan berarti semua hal didasarkan atas kemapaman.
Point utama yang harus dimiliki laki-laki adalah keshalehan. Allah akan menjamin kehidupan yang penuh berkah pasa pasangan yang di dasarkan pada keshalehan. Seperti dalam Qur'an Surah An-Nur : 32. Disana janji Allah jelas dan gak perlu diragukan.
Banyak yang menikah karena kemapanan akhirnya rumah tangga rusak akibat tidak akur masalah keuangan dan tidak adanya landasan iman pada masing2 pasangan.
Tapi banyak juga yang bahagia dalam kesederhanaan meski hidup kecukupan tapi penuh berkah atas pemberian dan kasih sayang Allah karena rumah dipenuhi dengan iman.
Percayalah. Jika ada laki-laki shaleh melamarmu meski dalam keadaan sederhana, terima saja. Allah akan menjamin kehidupan kalian. Yang penting laki-laki tersebut punya semangat dan rasa bertanggungjawab yang tinggi Lillahita'ala untuk menghidupimu.
Wallahua'lam bisshawab.
Refleksi dari kajian Ust. Awan Abdullah
Tanggal 24 Mei 2018
Pict by : pixabay



Komentar
Posting Komentar