Skripsi Gak Selesai Tepat Waktu? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Sebenernya skripsi tidak selesai secara tepat waktu sesuai rencana dapat disebabkan oleh banyak hal. Banyak faktor yang mempengaruhi baik secara internal maupun eksternal. Seperti semangat dalam diri, data yang gak valid, dosen yang sulit ditemui, laptop yang mendadak rusak, hingga birokrasi yang menyulitkan.
Tapi ada satu alasan (faktor) dasar kenapa skripsi yang kita niatkan tak kunjung selesai dan itu mempengaruhi semua faktor baik internal maupun eksternal tersebut. Dan pada umumnya kita gak sadar akan satu faktor ini.
Jawabannya ada pada "hati".
Di hati kita ada satu penyakit hati yang paling berbahaya, yang dampaknya bisa kemana-mana dan mempengaruhi banyak hal. Penyakit itu adalah penyakit "Ragu kepada Allah SWT"
Ternyata hanya dengan "ragu" kepada Allah, banyak hal yang bisa terjadi dan menghambat skripsi kita selesai tepat waktu.
1. Menjadi putus asa dan hilang semangat
Karena merasa skripsi gak akan selesai tepat waktu sesuai rencana awal, harapan seakan kandas. Mulai merasa target yang dibuat gak akan tercapai. Putus asa pun datang. Sepertinya dimata kita sudah tidak ada lagi jalan keluar kecuali melakukan hal- hal bodoh. Lalu gairah dan semangat dalam diri berkurang karena berfikir bahwa semua usaha yang dilakukan akan berakhir sia-sia. Well, pada akhirnya kita akan memilih untuk Menyerah.
2. Takut dengan sesuatu yang belum terjadi
Deadline skripsi padahal belum terlewati. Hari esok bahkan satu detik kedepanpun masih menjadi masa depan yang kita gak tau apa yang akan terjadi. Tapi kita sudah terlalu jauh mengimajinasikannya. Seperti halusinasi pada skripsi yang seakan-akan gak bisa selesai pada waktunya. Padahal faktanya, semua itu belum tentu terjadi. Semua itu kadang hanya menjadi ilusi kita dan tak benar-benar nyata. Percayalah bahwa takut secara berlebihan pada sesuatu yang belum terjadi itu melelahkan, malahan tidak menguraikan masalah sama sekali. Ujung-ujungnya diri menjadi tidak bisa memutuskan dengan baik dan bijak, pikirannya menjadi keruh, suka panik dan bingung. Pada akhirnya bukan ngerjain skripsi, tapi sibuk menghabiskan waktu untuk rieweuh sendiri memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi.
3. Menunda-nunda dan malas-malasan
Target skripsi selesai bulan depan. Tapi karena ragu bahwa bisa selesai tepat waktu, akhirnya muncul rasa malas dan merasa percuma untuk ngoyoh kejar deadline. Seketika niat untuk bersantai dan bermalas-malasan dengan pekerjaan berada di urutan pertama. Hingga akhirnya deadline gak bisa dikejar, ehh skripsi beneran tertunda. Jika ini terus dilakukan, kita gak akan pernah sampai pada masa dimana kita ke kampus menggunakan toga.
4. Menjadi doa
Tau kalimat "perkataan adalah doa". Iya semakin kita sering mengucapkan baik lisan maupun dalam hati kalimat "ah gak yakin bisa tepat waktu" atau "kayaknya gak bisa deh tepat waktu. Masih banyak bab yang kurang dan revisi dimana-mana" maka bisa jadi saat itu ada malaikat yang mengaminkan perkataan kita. Loh kok bisa? Ya bisa. Kita sendiri yang udah gak percaya diri. Gak percaya kita bisa. Kalimat yang terus menerus diucapkan akan tertanam dalam alam bawah sadar kita dan akan menjadi kenyataan karena telah diaminkan sebagai doa. Akhirnya doa dikabulkan dan rencana kita seakan terasa sulit. Allah jadikan dosen kita sibuk, Allah jadikan laptop kita rusak, Allah jadikan data kita gak valid. Karena apa? Karena kita sendiri yang meminta dan ragu kepadaNya. Allah jahat dong? Lah ya engga. Itu sebagai bukti bahwa Allah sesuai dengan prasangka hambaNya.
Tapi aku udah percaya sama Allah dan aku udah gak ragu sama apa yang Allah bisa lakukan. Tapi kok skripsiku tak kunjung kelar ya?
Percayalah. Manusia itu diperintahkan untuk berbuat sebaik mungkin dan semaksimal mungkin. Masalah hasil biarkan Allah yang menetapkan. Bisa jadi lulus di periode bulan depan bagi kita baik, tapi bagi Allah enggak. Maka Allah tunda keinginan lulus kita dan Allah ganti dengan periode selanjutnya. Asalkan kita bisa sabar dan ikhlas, karena banyak hal yang gak terduga yang telah Allah siapkan untuk kita.
Tenang, usaha gak akan pernah menghianati hasil kok. Allah Maha Tahu apa yang terbaik buat kita. Jadi buat apa kita ragu? Yang ada bikin kita semakin jauh dari Allah.
Lulus itu di waktu yang tepat. Karena bagi Allah itulah kelulusan yang tepat waktu buat kita. Bukan masalah cepet atau lambatnya. Fokuskan aja diri kita untul berusaha semaksimal mungkin dengan terus yakin sama Allah tanpa ragu sedikitpun. Yakin dan berharap sama Allah gak akan pernah menghasilkan kekecewaan.
Jadi masih yakin nih ragu sama Allah? Mau skripsinya selesai di "waktu yang tepat" gak? Atau masih nyaman dengan dunia kampus? Yuk obatin penyakit hatinya sejak sekarang sebelum terlambat.
Cirebon, kota kelahiran penuh cerita
@dianmauliksaputra
Pict : pixabay
Tapi ada satu alasan (faktor) dasar kenapa skripsi yang kita niatkan tak kunjung selesai dan itu mempengaruhi semua faktor baik internal maupun eksternal tersebut. Dan pada umumnya kita gak sadar akan satu faktor ini.
Jawabannya ada pada "hati".
Di hati kita ada satu penyakit hati yang paling berbahaya, yang dampaknya bisa kemana-mana dan mempengaruhi banyak hal. Penyakit itu adalah penyakit "Ragu kepada Allah SWT"
Ternyata hanya dengan "ragu" kepada Allah, banyak hal yang bisa terjadi dan menghambat skripsi kita selesai tepat waktu.
1. Menjadi putus asa dan hilang semangat
Karena merasa skripsi gak akan selesai tepat waktu sesuai rencana awal, harapan seakan kandas. Mulai merasa target yang dibuat gak akan tercapai. Putus asa pun datang. Sepertinya dimata kita sudah tidak ada lagi jalan keluar kecuali melakukan hal- hal bodoh. Lalu gairah dan semangat dalam diri berkurang karena berfikir bahwa semua usaha yang dilakukan akan berakhir sia-sia. Well, pada akhirnya kita akan memilih untuk Menyerah.
2. Takut dengan sesuatu yang belum terjadi
Deadline skripsi padahal belum terlewati. Hari esok bahkan satu detik kedepanpun masih menjadi masa depan yang kita gak tau apa yang akan terjadi. Tapi kita sudah terlalu jauh mengimajinasikannya. Seperti halusinasi pada skripsi yang seakan-akan gak bisa selesai pada waktunya. Padahal faktanya, semua itu belum tentu terjadi. Semua itu kadang hanya menjadi ilusi kita dan tak benar-benar nyata. Percayalah bahwa takut secara berlebihan pada sesuatu yang belum terjadi itu melelahkan, malahan tidak menguraikan masalah sama sekali. Ujung-ujungnya diri menjadi tidak bisa memutuskan dengan baik dan bijak, pikirannya menjadi keruh, suka panik dan bingung. Pada akhirnya bukan ngerjain skripsi, tapi sibuk menghabiskan waktu untuk rieweuh sendiri memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi.
3. Menunda-nunda dan malas-malasan
Target skripsi selesai bulan depan. Tapi karena ragu bahwa bisa selesai tepat waktu, akhirnya muncul rasa malas dan merasa percuma untuk ngoyoh kejar deadline. Seketika niat untuk bersantai dan bermalas-malasan dengan pekerjaan berada di urutan pertama. Hingga akhirnya deadline gak bisa dikejar, ehh skripsi beneran tertunda. Jika ini terus dilakukan, kita gak akan pernah sampai pada masa dimana kita ke kampus menggunakan toga.
4. Menjadi doa
Tau kalimat "perkataan adalah doa". Iya semakin kita sering mengucapkan baik lisan maupun dalam hati kalimat "ah gak yakin bisa tepat waktu" atau "kayaknya gak bisa deh tepat waktu. Masih banyak bab yang kurang dan revisi dimana-mana" maka bisa jadi saat itu ada malaikat yang mengaminkan perkataan kita. Loh kok bisa? Ya bisa. Kita sendiri yang udah gak percaya diri. Gak percaya kita bisa. Kalimat yang terus menerus diucapkan akan tertanam dalam alam bawah sadar kita dan akan menjadi kenyataan karena telah diaminkan sebagai doa. Akhirnya doa dikabulkan dan rencana kita seakan terasa sulit. Allah jadikan dosen kita sibuk, Allah jadikan laptop kita rusak, Allah jadikan data kita gak valid. Karena apa? Karena kita sendiri yang meminta dan ragu kepadaNya. Allah jahat dong? Lah ya engga. Itu sebagai bukti bahwa Allah sesuai dengan prasangka hambaNya.
Tapi aku udah percaya sama Allah dan aku udah gak ragu sama apa yang Allah bisa lakukan. Tapi kok skripsiku tak kunjung kelar ya?
Percayalah. Manusia itu diperintahkan untuk berbuat sebaik mungkin dan semaksimal mungkin. Masalah hasil biarkan Allah yang menetapkan. Bisa jadi lulus di periode bulan depan bagi kita baik, tapi bagi Allah enggak. Maka Allah tunda keinginan lulus kita dan Allah ganti dengan periode selanjutnya. Asalkan kita bisa sabar dan ikhlas, karena banyak hal yang gak terduga yang telah Allah siapkan untuk kita.
Tenang, usaha gak akan pernah menghianati hasil kok. Allah Maha Tahu apa yang terbaik buat kita. Jadi buat apa kita ragu? Yang ada bikin kita semakin jauh dari Allah.
Lulus itu di waktu yang tepat. Karena bagi Allah itulah kelulusan yang tepat waktu buat kita. Bukan masalah cepet atau lambatnya. Fokuskan aja diri kita untul berusaha semaksimal mungkin dengan terus yakin sama Allah tanpa ragu sedikitpun. Yakin dan berharap sama Allah gak akan pernah menghasilkan kekecewaan.
Jadi masih yakin nih ragu sama Allah? Mau skripsinya selesai di "waktu yang tepat" gak? Atau masih nyaman dengan dunia kampus? Yuk obatin penyakit hatinya sejak sekarang sebelum terlambat.
Cirebon, kota kelahiran penuh cerita
@dianmauliksaputra
Pict : pixabay



Komentar
Posting Komentar